Fakta Kontroversial & Menarik Mengenai Internet Positif dari Pemerintah

internet positif mengandung malware


Mungkin Anda adalah salah satu dari pengguna internet di Indonesia yang merasa kesal atau terganggu dengan adanya Internet Positif, halaman website yang akan muncul bila kita mengakses wesite ilegal. Netizen digegerkan dengan adanya pengumuman peringatan bahwa Internet Positif dianggap sebagai malware oleh beberapa browser seperti Safari (browser milik Apple), Google Chrome, dan Mozilla Firefox.

Peringatan itu menjelaskan bahwa wesite dengan domain Internet Positif adalah wesite yang berbahaya dengan kemungkinan mencoba memasang atau install otomatis program berbahaya yang bisa digunakan untuk mencuri atau menghapus data informasi pribadi kita seperti foto, file, catatan, kontak, video, lagu, dan kartu kredit dari komputer kita.

Hal ini tentu saja menimbulkan tanda tanya besar tentang kegunaan sesungguhnya Internet Positif itu sendiri. Apakah ini benar-benar program pemerintah untuk menghadang website Porno di Indonesia? atau malah untuk menjadi lahan untuk mencari keuntungan? Mungkin selanjutnya kita bisa pahami dari 5 poin dari asal mula, pengelola, dan apa akibat dari Internet Positif yang harus Anda ketahui.

1. Fakta Sejarah singkat dibalik Internet Positif itu sendiri

Sebelum membahas secara keseluruhan tentang Internet Positif, pertama-tama kita harus tau awal mula dari Internet Positif. Pada bulan Juli 2014 yang lalu, dalam rangka mengantisipasi website dengan konten ilegal seperti pornografi yang bertentangan dengan UU ITE atau kepanjangannya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 27 tentang konten ilegal, Monkominfo atau Menteri Komunikasi dan Informasi yang menjabat pada kala itu membuat peraturan tentang Penanganan Situs Bermuatan Negatif.

Pada Peraturan itu, menyebutkan bahwa penyelenggara jasa akses Internet atau Internet Service Provider atau yang biasa kita kenal dengan ISP diwajibkan untuk melakukan pemblokiran terhadap website yang termasuk dalam database Trust+Positif.

2. Fakta Database penuh Kontroversi dan banyak Salah Blokir

Keputusan Pemerintah menggunakan database Trust+Positif sempat dikritik oleh ICT Watch Indonesia mengenai legitimasi dan Standard Operating Procedures atau biasa dikenal SOP dari Trust+Positif. Proyek database Trust+Positif itu sendiri telah muncul dari tahun 2010 dan waktu itu sempat mengalami kasus-kasus salah blokir website.
* Agustus 2010 : beberapa website besar seperti Detik, Kompas, dan Kaskus sempat diblokir karena masuk dalam database Trust+Positif.
* Agustus 2011 : Website berisikan lawakan & Humor MalesBanget sempat diblokir karena mengandung kata “Males” (para Pria) atau “Male” (pria) dan kata “bang” (beramai-ramai) kata yang berkonotasi negatif pada bahasa Inggris itu juga masuk dalam database Trust+Positif.
* September 2013 : Webstei carfreeday.com sempat diblokir juga karena empunya domain yang sebelumnya pernah menggunakan domain tersebut untuk konten-konten pornografi sampai tahun 2004.

3. Fakta Halaman Peringatan

who-is-internet-positif

Dari keputusan tersebut, muncul website peringatan bagi netizen di Indonesia yang sedang berselancar di dunia maya dengan konten ilegal. Contohnya, First Media akan mengalihkan penggunanya ke halaman website Internet Sehat dan Aman. Kalau Internet Positif, adalah halaman dimana peringkatan yang akan dimunculkan bagi pengguna internet yang berselancar internet dari Telkom atau Telkomsel. Website ini urus oleh PT. MetraNet, anak perusahaan dari Telkom itu sendiri. Jadi intinya itu tiap-tiap ISP memiliki halaman website peringatan yang berbeda satu sama lainnya.

4. Fakta Internet-positif.org Website yang isinya Iklan

cara membuka internet positif gudang iklan

Berbeda dengan halaman-halaman peringatan di ISP lainnya yang hanya menampilkan peringatan bagi penggunanya, Internet Positif menampilkan banyak iklan dalam website tersebut. Iklannya pun bermacam-macan, ada yang horizontal maupun vertikal. Bahkan di bagian bawah website tersebut ada kata “Advertising With Us” yang mana kita ketahui itu adalah penawaran untuk memasang iklan di website tersebut. Dari hasil pencarian, ternyata domain Internet Positif didaftarkan dengan email advertising@telkom.co.id. Hal ini justru semakin memperkuat kontroversi dari Internet Positif tersebut malah disalah gunakan sebagai sumber penghasilan, daripada sebagai peringatan agar tak bisa mengakses website pornografi. Adanya iklan-iklan tersebut juga menuai banyak kritik dari netizen.

Apabila alasannya mungkin adalah untuk pengelolaan server database website-website ilega, maka akan menjadi sangat tidak masuk akal, mengingat database Trust+Positif dikelola oleh pemerintah Indonesia. Selain itu, pengguna internet tentunya juga sudah membeli paket Internet ISP tersebut.

5. Fakta Internet-positi.org Masuk dalam 100 besar dengan jutaan pengunjung setiap bulan

Kita merasa banyak netizen di Indonesia, khususnya pengguna ISP Telkom ataupun Telkomsel pernah melihat tampilan Internet Positif tersebut. Tentu saja iya, menurut SimilarWeb berada di peringkat ke 27 saat ini di Indonesia dan menurut ranking Alexa masuk ke peringkat ke 40 di Indonesia.

Dari SimilarWeb Internet Positif telah mencapai angka 14,3 juta visit setiap bulan. Berdasarkan sumber tersebut Internet Positif mengalami peningkatan pesat per Februari 2015 yang mana kala itu masih dari sumber yang sama data yang diperoleh adalah hanya 8,6 juta visit setiap bulan.

data visitor cara membuka internet positif

Berdasarkan analisa dari kelima poin tersebut, muncul pertanyaan-pertanyaan seperti, kemana uang hasil iklan tersebut? dan mengapa Kementrian Komunikasi dan Informasi mengijinkan Internet Positif untuk meraup pundi pundi uang dari kegiantan pemblokiran Internet tersebut?
Bagaimana menurut pendapat Anda?